Mendirikan stasiun televisi itu biayanya berapa sih? Bisa nggak diselipin APBN khusus untuk bikin channel yang berbobot? Biar rakyat Indonesia nggak mabok disuguhi Yuk Keep Smile, Fesbukers, Campur-Campur, sinetron-sinetron ABG hedonis, sinetron-sinetron aneh yang ide ceritanya nggak jauh dari tuker-tukeran anak, atau drama-drama kolosal yang penuh adegan pertarungan dan naga terbang ajaib.
![]() |
| sumber foto utama dari Google, desain tambahan dibikin sendiri |
Stasiun televisi punya pemerintah itu apa aja sih? TVRI doang kan? Itu pun udah mau ditutup. Menurut gue, TVRI emang terlalu jadul dan so yesterday. Tidak ada program yang cukup menarik karena host-host-nya mirip kayak robot. Barangkali itulah yang bikin masyarakat Indonesia ogah mantengin TVRI meskipun acaranya cukup mendidik, ditambah lagi di tempat gue gambarnya terlalu banyak semut. Gue sendiri pun milih langsung ganti channel.
Menurut gue nih yah, Kemendikbud dan Kominfo, atau kementerian apapun yang berwenang dan berkewajiban di dalamnya, harus segera bikin tower sendiri. Masak iya pemerintah harus selalu kalah sama pihak swasta semacam Transcorp dan MNC. Indonesia negeri kreatif, gue harap dengan adanya stasiun televisi baru bikinan pemerintah tersebut bisa diisi dengan acara-acara yang full edukasi, motivasi, dan inspirasi. Dan yang pasti, gambarnya harus jernih, dibawakan oleh artis yang penampilan dan gaya bahasanya enak dilihat. Nggak munafik, selebriti memang punya nilai jual visual tersendiri yang bikin suatu event ramai diminati.
Ada niat pasti ada jalan, nggak ada niat pasti banyak alasan. Ide ini menurut gue nggak boleh terlalu lama ditunda. Televisi sebagai tontonan sehari-hari hampir seluruh rakyat Indonesia sudah terlalu komersil, sampe sebagian dari mereka sudah lupa caranya menimbang dan memilih mana yang sebenernya layak tonton dan mana yang seharusnya segera dihapus. Kalo tiap hari otntonannya aja udah nggak bener, apa iya pemerintah masih berani ngarepin tumbuhnya generasi muda yang berkualitas?
Bukannya gue males dan cuma ngandelin pemerintah yah, secara kan gue bukan konglomerat yang punya dana milyaran buat bikin tower. Kalo gue tajir, pasti gue udah bikin itu stasiun televisi baru tanpa banyak babibu. Untuk acara didik-mendidik, sebaiknya memang jangan diserahkan pihak swasta, soalnya udah beda kepentingan dan orientasi. Peran sigap dan aktif pemerintah adalah hal yang paling masuk akal untuk diharapkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar