Jumat, 30 November 2012

BERTEMU RAMAWIJAYA

Aku bertemu dengannya pada 11 Desember 2010. Namanya Supri. Nama yang menurutku cukup cdeso untuk orang setampan dia. Ketika itu dia sedang berperan sebagai tokoh utama dalam pagelaran sendratari Ramayana di Fakultas Ilmu Budaya, UGM, Yogyakarta.


Dia memang sangat menarik perhatian. Setiap penonton terpesona. Tubuh gagah dan wajah gantengnya memang bisa membuat setiap penonton perempuan meluber bagai es krim di siang terik.  Apalagi ketika ia memainkan busur dan anak panah. Kepiawaiannya menari dan keluwesannya dalam berekspresi membuatku begitu langsung mengidolainya. Dia memang pantas menjadi Ramawijaya. Sangat layak.

Aku jatuh hati. Seusai pentas aku bela-belain nguber dia agar bisa foto bareng. Keberuntungan sedang berada di pihakku. Akhirnya aku bisa berfoto dengannya. Ini adalah foto teristimewa bersama seorang seniman sendratari terganteng lulusan Institut Seni Indonesiai. Begitu senangnya, hingga foto ini kupertahankan menjadi wallpaper laptop dan HP ku selama beberapa bulan. Foto ini juga sempat lama menjadi foto profil facebokku. Ya, rekor terlama, sebab sebelumnya aku paling hobi menggonta-ganti foto profil facebook, sehari bisa lima kali.

Namun bagai disambar petir ketika kudengar dia meninggal dalam kecelakaan pada hari Idul Fitri pertama tahun 2011. Aku syok. Seolah tak percaya. Sedih sekali orang seganteng Mas Supri harus meninggal dalam kecelakaan tragis. Dia adalah aset budaya yang begitu berharga, talentanya sungguh luar biasa. Namun apa boleh dikata, manusia takkan bisa menghindar dari maut meskipun ia bersembunyi di balik benteng yang kokoh.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar