Dia memang sangat menarik perhatian. Setiap penonton
terpesona. Tubuh gagah dan wajah gantengnya memang bisa membuat setiap penonton
perempuan meluber bagai es krim di siang terik.
Apalagi ketika ia memainkan busur dan anak panah. Kepiawaiannya menari
dan keluwesannya dalam berekspresi membuatku begitu langsung mengidolainya. Dia
memang pantas menjadi Ramawijaya. Sangat layak.
Aku jatuh hati. Seusai pentas aku bela-belain nguber dia agar
bisa foto bareng. Keberuntungan sedang berada di pihakku. Akhirnya aku bisa berfoto
dengannya. Ini adalah foto teristimewa bersama seorang seniman sendratari
terganteng lulusan Institut Seni Indonesiai. Begitu senangnya, hingga foto ini
kupertahankan menjadi wallpaper laptop dan HP ku selama beberapa bulan. Foto
ini juga sempat lama menjadi foto profil facebokku. Ya, rekor terlama, sebab
sebelumnya aku paling hobi menggonta-ganti foto profil facebook, sehari bisa
lima kali.
Namun bagai disambar petir ketika kudengar dia meninggal
dalam kecelakaan pada hari Idul Fitri pertama tahun 2011. Aku syok. Seolah tak
percaya. Sedih sekali orang seganteng Mas Supri harus meninggal dalam
kecelakaan tragis. Dia adalah aset budaya yang begitu berharga, talentanya
sungguh luar biasa. Namun apa boleh dikata, manusia takkan bisa menghindar dari
maut meskipun ia bersembunyi di balik benteng yang kokoh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar