Tampilkan postingan dengan label IBU PIA ARDHYA GARINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IBU PIA ARDHYA GARINI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juni 2016

FIRST IMPRESSION: KOTA MAKASSAR

Jadi seperti istri tentara pada normalnya, tempat tinggal saya tergantung sama isi SKEP suami. Akhirnya pindahlah saya dari Malang ke Makassar. Sempet drama jugak soalnya ibu saya nampak keberatan saya pergi ninggalin kampung. Meski saya sama ibu suka berantem dan nggak akur, tapi doi sedih juga kalo saya jauh darinya. Padahal saya dulu sudah pernah ninggalin orangtua lebih jauh lagi daripada Makassar. Ibuku memang aneh. Hahahaha :D

Sebagai perantau dan pendatang baru, tentunya saya punya kesan pertama dong sama wilayah baru yang saya tempati. Berikut first impression saya tentang kota Makassar.

mimi affandi, makassar, kota makassar, sulawesi selatan, wisata makassar, wisata sulawesi selatan, toraja, pantai losari

Sabtu, 30 Januari 2016

SAYA ISTRI TENTARA, TAPI BUKAN PERSIT

Hehehe, belum nulis udah cengar-cengir. Sebetulnya saya paling nggak enak hati jika menulis sesuatu yang berkaitan tentang istri tentara. Tapi demi meluruskan kesalahpahaman masyarakat Indonesia yang kebetulan tidak mempunyai anggota keluarga militer, maka dengan malu-malu kucing saya mantabkan tekad untuk membahas ini.

istri tentara istri TNI AU pacar tentara  suka duka istri tentara istri TNI seragam istri tentara ibu persit ibu PIA Ardhya Garini Ibu Jalasenastri IKKT

Sabtu, 19 Desember 2015

TRIK MEMBERI SAMBUTAN BAGI PEMBICARA PEMULA

Public speaking atau keterampilan berbicara di depan umum merupakan aktivitas yang tidak semua orang bisa. Dalam pelajaran bahasa Indonesia, aspek berbicara merupakan salah satu bidang tersulit bagi siswa. Jika sudah sampai pada kompetensi berbicara, rasanya saya ingin nabokin siwa sekelas karena mereka mendadak jadi malu-malu manja. Ketika disuruh berbicara lima menit saja di depan kelas, bagi mereka sama kayak seribu tahun di neraka. Blank, gugup, salah tingkah, dan keringetan akhirnya campur aduk jadi satu. Tidak ada kata-kata yang keluar, cuma ang eng ang eng nggak jelas. Padahal berbicara merupakan bidang pelajaran bahasa Indonesia yang kelak paling banyak menghasilkan uang selain keterampilan menulis.

Tak cuma siswa, public speaking bagi orang dewasa pun jika tak kalah bikin gentarnya. Contohnya ketika mendadak disuruh ngasih sambutan, pasti langsung mati-matian mengelak dan meminta orang lain saja melakukannya. Itulah bukti-bukti nyata bahwa public speaking sebenarnya bukan perkara mudah. Harus terus dilatih, baik lewat cara aktif di organisasi, maupun nekad mengembangkan rasa percaya diri secara otodidak.


Kamis, 26 November 2015

ENJOYING STATE BORDER


Hidup itu dinamik yaa. Tak selamanya kita akan tinggal di kampung tempat kita lahir. Suatu saat pasti merantau dengan berbagai alasan dan tujuan. Sebagai istri tentara, salah satu alasan yang paling mungkin adalah nginthilin suami dinas. Saya pernah mengalaminya. Melanglang jauh ke nol kilometer Indonesia, menuju ke sebuah perbatasan bernama Pulau Weh. 

istri tentara istri TNI AU pacar tentara  suka duka istri tentara istri TNI seragam istri tentara ibu persit ibu PIA Ardhya Garini Ibu Jalasenastri IKKT kisah pendamping militer

Culture shock jelas terjadi. Namun bertahan selama mungkin adalah usaha yang juga gampang-gampang susah. Lalu gimana sih caranya bisa tetep riang gembira menjalani hidup di perbatasan?

Jumat, 20 November 2015

HOW TO MAKE A FRIEND WITH...

DI LUAR

Lihat-lihat dulu karakter orangnya. Ada yang slow, ada yang super serius. Ketika sudah menjadi istri, kita akan bergaul dengan semua pendamping tentara dari segala usia, beda dengan di komunitas jejaring sosial, misalnya Perpara yang mostly umurnya sepantaran, sehingga rasa hormat-menghormati sering terabaikan karena terlanjur merasa enjoy menganggap mereka teman karib. Itulah mengapa sering terjadi crash antar para calon dan istri yang sah di komentar-komentar media sosial karena gaya bicara yang disamaratakan. Terjadilah aksi saling ejek, saling memaki, hingga jadi terkesan bullying nggak penting.

Jika sudah berkecimpung secara real, maka tidak bisa seperti itu. Ibu senior tetap harus dihormati meskipun suami mereka tamtama, begitupun ibu muda junior tapi suaminya berpangkat perwira. Keduanya tidak boleh disapa secara sembarangan.

Selasa, 17 November 2015

MEMILIH UNTUK TIDAK FAMOUS

Media sosial memang mengasyikkan, memberikan wadah yang sedemikian lebar untuk berekspresi, berbagi kesedihan, maupun berbagi kebahagiaan. Jaman sekarang bahkan orang bisa menilai seseorang hanya dari apa yang ia tulis atau unggah di media sosial. Jika tidak hati-hati, tentu bisa membahayakan kesehatan. Hehehe :D


Menjadi eksis dan populer memang tak selamanya buruk. Namun saya lebih memilih untuk tak terlalu kerap menampakkan diri. Saya sadar bahwa apa yang saya lakukan di internet tidak akan pernah bisa benar-benar terhapus. Lalu, kenapa saya memilih jalan bersembunyi ini?

Sabtu, 12 September 2015

BARANG-BARANG PENTING WAJIB PUNYA SEBELUM JADI ISTRI TENTARA

Perjalanan menuju pernikahan memang menjadi moment yang repot. Persiapan mental sudah pasti, tapi printilan yang menyertainya juga tidak boleh dilupakan. Jika pacarmu adalah tentara, dan kamu bukan berasal dari keluarga tentara, pasti akan senewen mikirin apa saja yang perlu dipunya sebelum menyandang sebutan nyonya. Apa aja sih printilan essential prioritas tersebut.

1. PAKAIAN SERAGAM KERJA

Yang ini mah wajib banget. Di mana belinya? Sekarang banyak kok pelapak online yang jual beginian, jadi bisa dibeli secara mandiri, soalnya kadang mas pacar ada yang suka males dan malu-malu kucing bantu nyari seragam buat calon istrinya sendiri. Jenis kain yang dipakai untuk PSK PIA AG adalah Lapidus. Pastikan detail jahitannya sesuai aturan. Nanti pasti dikasih kok panduan-panduannya.

istri tentara istri TNI AU pacar tentara  suka duka istri tentara istri TNI seragam istri tentara ibu persit ibu PIA Ardhya Garini Ibu Jalasenastri IKKT kisah pendamping militer

Senin, 31 Agustus 2015

IBU KOMANDAN IDOLA SAYA

DWI ASTUTI WULANDARI

Saya tahu beliau lewat Instagram. Belum pernah bertemu langsung, tapi saya selalu mengikuti apa saja yang dia upload. Awal kekaguman saya sama Ibu Astuti adalah karena beliau anggota dewan di Senayan. Yep. Jarang sekali saya temui istri aparat duduk di kursi DPR/MPR RI. Seragam biru Partai Demokrat langsung mempesona mata saya. Beberapa kali saya iseng berkomentar pada foto-foto yang diunggahnya, ternyata jiwanya seramah parasnya, berkali-kali pula ia membalas komentar saya, bahkan sesekali juga berkomentar pada foto-foto saya yang bukan siapa-siapa ini.

Tapi mendadak rasa akrab itu sedikit goyah. Belakangan saya tahu bahwa beliau adalah keponakan kandung ibu Ani Yudhoyono, yang berarti juga cucu kandung almarhum Sarwo Edhi Wibowo. Saya speechless. Mendadak minder, hahaha. Meski sama-sama manusia yang makan nasi, tapi ya tetap ada rasa galau juga. Bagaimana wanita cantik dengan latar belakang super terkenal itu bisa sangat ramah dan humble, bahkan mau berteman dengan perempuan antah berantah seperti saya. Ciyus looo, beliau bahkan memfollowback akun instagram saya. *terharu :'D


Sabtu, 15 Agustus 2015

CANTIK SAJA TIDAK CUKUP

Mempunyai suami goodlooking dan multitalent memang sungguh keren. Bisa dibangga-banggain di setiap kondangan. Tapi ingat, bangga sama sombong bedanya cuma setipis kertas. Kadang saya masih saja terjebak riya'. Termasuk pada postingan ini. Pengen banget upload betapa kecenya dia di instagram, tapi saya ingat pesan sebuah meme agar jangan mengekpose segala kebaikan maupun kegantengan suami di jejaring sosial, siapa tau ada wanita lain yang diam-diam jatuh cinta.


Suami adalah pakaian untuk istri, begitu pun sebaliknya. Saya yakin setiap istri pasti ingin menjadi teman hidup terbaik bagi suaminya. Kebaikan dan keburukan pasangan adalah tanggungjawab bersama. Saya mau share apa yang harus saya tanggung ketika menjadi istri seorang Paskhas yang juga guru militer yang juga jadi personel Senkom.

Jumat, 03 Juli 2015

HERCULESMU... HIDUPMU... MATIMU...



Seminggu yang lalu, aku masih sempat melihatmu pulang dengan skutermu
Tampak lelah dengan baju coverall oranyemu
Beberapa hari yang lalu aku masih sempat menyapamu saat kau menyirami pohon palem kesayanganmu
Sebulan yang lalu, aku masih mendengar nasihatmu di arisan RT
Kehadiran terakhirmu di lingkungan kita, setelah sekian lama kau selalu absen karena harus terbang bersama sang burung legenda

Aku memang jarang bertemu denganmu
Kadang kau berangkat pukul tiga pagi, pulang pukul satu dini hari
Kadang kau baru sepuluh menit menginjakkan kaki di rumahmu, lalu buru-buru berangkat lagi karena panggilan tugas via dering ponselmu

Jumat, 10 April 2015

KOK MAU-MAUNYA SAYA JADI ISTRI TENTARA

Pada saat saya masih gadis, saya selalu penasaran kayak apa suami saya kelak. Pada suatu hari tetangga saya menikah dengan seorang Angkatan Laut. Keren. Dengan PDU putih mereka naik pelaminan. Sungguh gorjes. Tuhan, saya pengen. Begitu gumam saya.

Gumaman itu segera saya lupakan. Saya menjalani hari layaknya cewek lajang yang sedang cari pasangan. Kekaguman pada Angkatan Laut yang gorjes sudah hilang. Mustahil. Lingkungan saya bukan lingkungan serdadu. Barangkali saya akan menikah dengan seniman berambut gondrong yang rambutnya dikuncir ala samurai. Saya selalu tergila-gila dengan gaya cuek tapi cakep mahasiswa senirupa. Menurut saya itu lebih cute :D

Tapi Tuhan terlanjur mendengar gumaman saya. Saya disandingkan dengan tentara sebagai teman hidup. Tidak tepat Angkatan Laut seperti yang saya inginkan, melainkan Angkatan Udara. Kampung saya heboh. Tidak pernah sekali pun tetangga saya mengenal profesi Angkatan Udara. Emang ada ya? Di benak mereka, tentara ya tentara, dan semua tentara adalah Angkatan Darat.

istri tentara istri TNI AU pacar tentara  suka duka istri tentara istri TNI seragam istri tentara ibu persit ibu PIA Ardhya Garini Ibu Jalasenastri IKKT kisah pendamping militer

Rabu, 08 April 2015

JANGAN ADA BAU KETEK DI ANTARA KITA

Apa ya istilah untuk orang yang selalu berkumpul? Pengumpul? Sosialer? Sosialis? Atau sosialita? Hihihi :D

sumber
Ya, saya adalah salah satu orang yang selalu dalam kumpulan. Entah itu kumpulan rekan kerja, kumpulan dengan siswa-siswi, atau kumpulan para istri. Nyaris setiap hari saya selalu terlibat dalam kumpulan. Saya bertemu banyak orang, dan terlibat dalam berbagai masalah di dalamnya. Di situlah saya terbentuk menjadi orang yang memerhatikan penampilan. Saya selalu memerhatikan baju apa yang selayaknya saya pakai, sepatu apa yang cocok, hingga warna lipstick apa yang matching. Saya tidak bisa cuek dengan itu semua, sebab yaahhh saya adalah bagian dari kumpulan, di mana selalu ada orang yang akan memandang cashing saya dari atas ke bawah. First impression orang kadang tercipta mulai dari bagaimana saya tampil rapi dan bersih. Satu jerawat yang muncul pun pasti akan menggiring orang berpikiran bahwa saya pemalas, malas cuci muka, meski padahal sebetulnya saya berjerawat karena sedang PMS.

Senin, 06 April 2015

PESAN YANG TAK SAMPAI

Menjadi komandan barak adalah salah satu keseruan terpenting dalam hidup saya. Saya tinggal di salah satu perumahan TNI AU di Malang. Komplek tersebut dibagi dalam empat blok. Satu blok ada beberapa RT. Saya sendiri berada di RT 8. RT tersebut dibagi lagi menjadi barak. Setiap barak terdiri dari enam rumah. Posisi komandan barak diserahkan untuk istri, bukan suami. Karena pengaturan tersebut, maka Ibu PIA di tempat saya bernaung jadi ada partisipasi aktif untuk mengatur lingkungan tempat tinggalnya.

CARA SAYA MENGHINDARI PERANG KOMENTAR

Media sosial, utamanya Facebook. memang sudah jadi primadona dalam berinteraksi di dunia maya. Di dalam Facebook kita bisa bebas bercerita, bertukar berita, bergosip, bahkan menghujat. Facebook bisa menjadi ruang yang sangat menyenangkan, tapi bisa mendadak berubah jadi neraka jika kita tidak pintar bertutur tulis. Yes! Di era internet 'YOU ARE WHAT YOU WRITE' menjadi lebih penting daripada seloka ajining rogo soko busono :D

Bermedia sosial adalah hak semua orang, tapi bertutur tulis yang baik adalah kewajiban semua orang juga. Di lingkaran jejaring istri-istri tentara, saya rasa semua sudah paham dengan etika-etika tersebut. Tapi ya namanya juga manusia, beda kepala beda watak. Masih sering saya mendapati tingkah-tingkah yang tidak mengenakkan untuk disimak. Rasanya tidak nyaman sekali kalau harus crash dengan rekan sendiri, baik karena hal disengaja maupun tidak.

Sumber

Jumat, 14 Maret 2014

TIGA HAL PALING MENYENANGKAN(?) MENJADI ISTRINYA

istri tentara istri TNI AU pacar tentara  suka duka istri tentara istri TNI seragam istri tentara ibu persit ibu PIA Ardhya Garini Ibu Jalasenastri IKKT kisah pendamping militer

1. LDR

Hubungan jarak jauh pasti akan terjadi, entah itu dalam waktu beberapa minggu, beberapa bulan, bahkan beberapa tahun. Eks ibu komandan saya LDR-an sama suaminya selama 14 tahun. Booookkkkkk! Bayangin nggak sih terpaksa jadi single parent secara tidak resmi selama itu?

Program LDR pun bisa dengan berbagai alasan, entah itu karena wilayah tugas yang sangat tidak aman hingga suami melarang istrinya ikut, karena pendidikan lanjut, karena kewajiban masing-masing pihak yang belum bisa ditinggalkan, atau karena tempat tugas yang baru belum mempunyai fasilitas rumah dinas.

Take a strong woman to love a military. Itu hukum absolut untuk menjadi istrinya. Sangat menyenangkan karena efeknya signifikan bagi perkembangan otot lengan saya. Gimana enggak? Ngangkut galon sendiri, ngangkut tabung elpiji sendiri. Eh, ciyus loh ini. Tapi saya juga masih suka nangis jejeritan panik sih kalo ada hal-hal yang nggak bisa saya handle, hal-hal yang sebetulnya memang kerjaan lelaki tetapi terpaksa saya jabanin.

istri tentara istri TNI AU pacar tentara  suka duka istri tentara istri TNI seragam istri tentara ibu persit ibu PIA Ardhya Garini Ibu Jalasenastri IKKT kisah pendamping militer

Jumat, 25 Oktober 2013

MENGENANG IBU YANG ITU


Kenanganku bersamanya tidak begitu mendalam, aku hanya sebulan di Sabang. Nama resminya adalah Eggy Dadan Gunawan. Dua bilah terakhir namanya adalah nama suaminya, di mana ketika aku berada di Pulau Weh, Bapak menjabat sebagai Komandan Pangkalan Udara Maimun Saleh. 

Jumat, 29 Maret 2013

MELUKIS SENYUM ANAK-ANAK DAERAH KONFLIK

Suatu hari, saya membaca kisah para prajurit Indobatt UNIFIL di media internet. Tulisan tersebut menceritakan seorang gadis lumpuh bernama Maryam di desa Dier Sirien, Lebanon yang sedang berulangtahun. Sekian banyak tentara yang bertugas di Lebanon dari berbagai negara, hanya pasukan Garuda yang bersedia datang ke rumah Maryam, menghadiahi gadis tersebut dengan kue dan lilin. Tentu saja hal tersebut menimbulkan haru tak terkira bagi keluarga Maryam. Cerita tersebut akhirnya menyebar dari mulut ke mulut, melambungkan citra positif Indonesia di mata rakyat Lebanon.
Peacekeeper Indobatt di Lebanon memang tak lagi hanya berperan sebagai penjaga perdamaian, namun mereka juga bertindak sebagai mediator kemanusiaan serta kebudayaan. Pada beberapa kesempatan penting, peacekeeper Indobatt selalu menampilkan Reog Ponorogo, wayang kulit, kuda lumping, serta tari-tarian tradisional Indonesia di hadapan rakyat Lebanon serta pejabat UNIFIL. Tentu hal ini menjadi sesuatu yang menarik dikembangkan untuk mengenalkan bahwa Indonesia mempunyai budaya yang patut diperhitungkan. Pada aspek kemanusiaan, sudah terbukti bahwa peacekeeper Indobatt adalah satu-satunya pasukan UNIFIL yang selalu menyentuh sisi tersebut secara langsung, utamanya pada anak-anak. Peacekeeper Indobatt selalu berusaha mengembalikan keceriaan anak-anak Lebanon dengan permainan-permainan khas Indonesia, seperti balap karung, memasukkan paku ke dalam botol, lomba kecepatan membawa sendok yang diisi kelereng, lalu membagi-bagikan boneka teddy. 

Rabu, 19 Desember 2012

BACKPACKING BERSAMA HERCULES

Tampilan luar Hercules (dengan kualitas foto superlow). Maafkeuunn T_T
Melakukan perjalanan dengan pesawat Hercules adalah pengalaman yang takkan pernah saya lupakan seumur hidup. Pesawat ini sungguh cetar membahana halilintar badai. Suwerrrrr! Saya tidak bohong!